Dalam keadaan gelap dan ruangan yang penuh asap menyesakkan. Alena, Dinda dan Iren berusaha mencari jalan keluar. Pintu dan jendela bagian luar nampak sudah dilalap api. Orang-orang berlarian ke ruangan lain, berusaha mencari jalan keluar. Alena, Dinda dan Iren berusaha mencari jalan keluar ke arah dapur, karena biasanya ada tempat untuk keluar dari arah itu.
Diruangan dapur yang dipenuhi asap, mereka tiba-tiba mendengar suara aneh dari balik tumpukan kardus dan barang-barang bekas. “Aku kayak dengar suara anak kucing...” ujar Alena sambil memperhatikan sekeliling. Dinda dan Iren ikut terdiam. Mereka mencoba mendengarkan dengan lebih teliti. “Iya, dari arah pintu itu!” kata Iren sambil menunjuk ke sebuah pintu yang berada di dekat tumpukan barang. Ternyata benar. Dari balik tumpukan kardus tersebut ada sebuah Pintu Pembuangan Sampah.
Dinda, Iren dan Alena merangkak memasuki pintu tersebut setelah menyingkirkan beberapa kardus dan kotak yang menutupi pintunya. Setelah berhasil keluar dari tempat itu, ketiganya berjalan dengan napas terengah-engah. Asap membuat mereka batuk dan tubuh mereka terasa sangat lelah. “Alhamdulillah, akhirnya kita bisa keluar...” ujar Alena. “Iya, capek banget...” sahut Iren. Ternyata Dinda dan Alena bertemu lagi dengan anak kucing yang telah diselamatkan oleh Alena disungai deras.
Namun, mereka menyadari bahwa masing-masing harus segera pulang. Alena dijemput oleh Ibunya. Sebelum pulang Alena menyempatkan mengirim pesan dihandphonenya ke Dinda “Dinda, aku sama Iren dijemput ibuku. Kamu gimana?”. Dinda tersenyum dan membalas pesan tersebut “Beres. Aku juga udah dijemput Abi. Sampai besok ya...” Mereka pun berpisah. Alena dan Iren pulang bersama ibu Alena, sementara Dinda dijemput oleh ayahnya.
Tetapi ada sesuatu yang berbeda dari Iren. Wajahnya terlihat cemas dan sedih. Ia lebih banyak diam sepanjang perjalanan. “Ada apa ya...?” pikir Alena sambil memperhatikan Iren. Sementara itu, di tempat lain, suasana sekitar cafe masih dipenuhi kepulan asap dan kobaran api. Peristiwa yang baru saja mereka alami ternyata menyisakan banyak pertanyaan. Apa sebenarnya yang terjadi di gedung itu? Mengapa mereka bisa terjebak di sana? Dan mengapa wajah Iren tampak begitu cemas? Masalah mereka ternyata belum benar-benar usai... BERSAMBUNG...
Posting Komentar untuk "MASALAH BELUM USAI #3"