PELATIHAN JAYA MELATI 1 HW HSU Dimulai, 65 Peserta Ikuti Pendidikan Pembina Kepanduan

HULU SUNGAI UTARA — Kwartir Daerah Hizbul Wathan (HW) Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Pembukaan Pelatihan Jaya Melati 1 sebagai bagian dari upaya memperkuat kaderisasi dan meningkatkan kapasitas pembina kepanduan. Kegiatan ini diikuti 65 peserta dari sejumlah daerah dan sekolah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan.

Pelatihan dilaksanakan selama lima hari, yakni 20–21 Agustus 2026 secara daring dan dilanjutkan secara luring pada 22–24 Agustus 2026. Kegiatan tatap muka dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Nurul Amin Muhammadiyah Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Peserta berasal dari Pengurus Kwartir Daerah HW Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, dan Kotabaru. Selain itu, pelatihan juga diikuti utusan dari sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Hulu Sungai Utara.

Pelatihan Jaya Melati 1 merupakan pendidikan formal tingkat dasar yang ditujukan untuk melahirkan pembina dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Dengan sistem perpaduan daring dan luring, peserta mendapatkan proses pembelajaran yang memadukan pengetahuan dan keterampilan kepanduan.

Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Kalimantan Selatan Ramanda Hamdan Juwaini, dalam sambutannya pada Pembukaan Pelatihan Jaya Melati 1 yang dilaksanakan secara daring mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi, tetapi juga bagian penting dari proses kaderisasi.

Acara Pembukaan

“Pelatihan Jaya Melati 1 ini merupakan proses kaderisasi guna peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus Kwartir Daerah maupun pembina di Qobilah,” ujar Hamdan. Menurutnya, pelatihan juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam mengelola kegiatan kepanduan di Qobilah Hizbul Wathan.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Akhmad Hairin, MP., menekankan pentingnya kemampuan Hizbul Wathan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia menilai tantangan di era digital semakin berat sehingga gerakan kepanduan perlu terus melakukan penyesuaian.

“Tantangan di zaman digital saat ini semakin berat dan Hizbul Wathan harus berani menyesuaikan diri,” kata Akhmad Hairin. Ia menegaskan bahwa HW memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai gerakan kepanduan, tetapi juga sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berperan dalam pembentukan kader persyarikatan.

Para narasumber dalam pelatihan merupakan lulusan Jaya Matahari 1 dan 2 dari Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Kalimantan Selatan serta Kwartir Pusat Hizbul Wathan. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan memperkaya pengalaman dan keterampilan peserta dalam menjalankan pembinaan kepanduan di masing-masing Qobilah.

Dibawah ini materi Pelatihan Jaya Melati 1 yang dapat dibaca/didownload, baik oleh peserta kegiatan maupun para pembina Kepanduan Hizbul Wathan.

ddf

Posting Komentar untuk "PELATIHAN JAYA MELATI 1 HW HSU Dimulai, 65 Peserta Ikuti Pendidikan Pembina Kepanduan"